Bismilahirohmanirohimi
*Dari Auf bin
Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW - setelah selesai shalat
jenazah-bersabda, Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia,
sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya,
mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan
sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal
yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari
keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari
siksa kubur dan siksa neraka.
* Doa Kepada
Mayyit Saat Dikuburkan
Tentang do’a
setelah mayyit dikuburkan,
Dari Ustman
bin ‘Affan ra. berkata: Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit
beliau beridiri lalu bersabda, Mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah
keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya.
* Doa Saat
Ziarah Kubur
Sedangkan
tentang do’a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra bahwa ia
bertanya kepada Nabi SAW, Bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun
untuk ahli kubur? Rasul SAW menjawab, Ucapkan: . .
* Sampainya
Pahala Sedekah untuk Mayit
Dari Abdullah
bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada
di tempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW untuk bertanya, Wahai Rasulullah SAW
sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika
saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya? Rasul SAW menjawab, Ya. Saad
berkata:, Saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan
untuknya. .
* Sampainya
Pahala Saum untuk Mayit
Dari ‘Aisyah
ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai
kewajiban shaum maka keluarganya berpuasa untuknya.
* Sampainya
Pahala Haji Badal untuk Mayit
Dari Ibnu
Abbas ra. bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan
bertanya, Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai
ia meninggal, apakah saya melakukah haji untuknya? Rasul menjawab, Ya,
bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya?
Bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar.
* Membayarkan
Hutang Mayit
Bebasnya utang
mayyit yang ditanggung oleh orang lain sekalipun bukan keluarga. Ini
berdasarkan hadits Abu Qotadah di mana ia telah menjamin untuk membayar hutang
seorang mayyit sebanyak dua dinar. Ketika ia telah membayarnya nabi SAW
bersabda:
Sekarang
engkau telah mendinginkan kulitnya.
* Dalil Qiyas
Pahala itu
adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang
muslim, maka hal itu tidak ad halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan
harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah
wafatnya. Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah
seperti membaca Al-Qur’an dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa, karena
puasa dalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya
bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca
Al-Qur’an yang berupa perbuatan dan niat.
maka bila
seseorang membaca Al-Fatihah dengan benar, akan mendatangkan pahala dari Allah.
Sebagai pemilik pahala, dia berhak untuk memberikan pahala itu kepada siapa pun
yang dikehendakinya termasuk kepada orang yang sudah mati sekalipun. Dan
nampaknya, dengan dalil-dalil inilah kebanyakan masyarakat di negeri kita tetap
mempraktekkan baca Al-Fatihah untuk disampaikan pahalanya buat orang tua atau
kerabat dan saudra mereka yang telah wafat.
Tentu saja
masing-masing pendapat akan mengklaim bahwa pendapatnyalah yang paling benar
dan hujjah mereka yang paling kuat. Namun sebagai muslim yang baik, sikap kita
atas perbedaan itu tidak dengan menjelekkan atau melecehkan pendapat yang
kiranya tidak sama dengan pendapat yang telah kita pegang selama ini. Karena
bila hal itu yang diupayakan, hanya akan menghasilkan perpecahan dan kerusakan
persaudaraan Islam.