Menghadiahkan Fatihah,
atau Yaasiin, atau dzikir,
Tahlil, atau shadaqah, atau Qadha
puasanya dan lain lain, itu semua sampai kepada Mayyit, dengan Nash yg Jelas di
Shahih Muslim bahwa seorang wanita bersedekah untuk Ibunya, dan adapula riwayat
lain bahwa seorang sahabat menghajikan Ibunya yg telah wafat,
dan Rasul saw pun
menghadiahkan Sembelihan beliau saw untuk dirinya dan untuk ummatnya, dan hal
ini merupakan Jumhur Ulama seluruh madzhab, dan tak ada yg memungkirinya, dan
perselisihan pendapat hanya terdapat pada madzhab Syafii,
bila si pembaca tak
mengucapkan bahwa 'Kuhadiahkan', atau wahai Allah kuhadiahkan sedekah ini, atau
dzikir ini, atau ayat ini..?,
bila hal ini tidak disebutkan maka sebagian Ulama
Syafi'iyah mengatakan
pahalanya tak sampai.
Maka tak satupun ulama ikhtilaf
dalam sampai atau tidaknya,
tapi berikhtilaf adalah pada Lafadznya.
Demikian pula
Ibn Taimiyyah yg menyebutkan 21 hujjah
(dua puluh satu dalil) tentang Intifa'
min 'amalilghair
(mendapat pahala atau manfaat dari amal selainnya).
(Rujuk
Tahqiiqul Aamaal, fiima yanfa'ulmayyit minal amal- Imam Muhammad bin Alwi
Almalikiy)
Mengenai ayat :
Mengenai ayat :
"DAN TIADALAH BAGI SESEORANG KECUALI APA YG
DIPERBUATNYA",
maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini telah mansukh
dg ayat
"DAN ORAN ORANG YG BERIMAN YG DIIKUTI KETURUNAN MEREKA DENGAN
KEIMANAN", dan pula hadits yg mengatakan bahwa bila wafat keturunan adam, maka
putuslah amalnya terkecuali 3, shadaqah Jariyah, Ilmu yg bermanfaat, dan
anaknya yg berdoa untuknya, maka orang orang lain yg mengirim amal, dzikir dll
untuknya ini jelas jelas bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasul saw
menjelaskan terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yg dihadiahkan
untuk si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa
Allah memerintahkan di dalam Al
Qur'an untuk berdoa :
"WAHAI TUHAN KAMI AMPUNILAH DOSA2 KAMI DAN BAGI
SAUDARA SAUDARA KAMI YG MENDAHULUI KAMI DALAM KEIMANAN",
(QS Al Hasyr-10)
Mengenai rangkuman tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam Imam yg memungkirinya, siapa pula yg memungkiri muslimin berkumpul dan berdzikir.....?,
Mengenai rangkuman tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam Imam yg memungkirinya, siapa pula yg memungkiri muslimin berkumpul dan berdzikir.....?,
hanya syaitan yg tak suka dengan dzikir..
Didalam acara Tahlil itu terdapat ucapan Laa ilaah illallah, tasbih, shalawat,
ayat qur'an, dirangkai sedemikian rupa dalam satu paket dg tujuan agar semua
orang awam bisa mengikutinya dengan mudah, ini sama saja dengan merangkum Al
Qur'an dalam disket atau CD, lalu ditambah pula bila ingin ayat Fulani,
silahkan Klik awal ayat, bila anda ingin ayat azab, klik a, ayat rahmat klik b,
maka ini semua dibuat buat untuk mempermudah muslimin terutama yg awam.
Atau
dikumpulkannya hadits Bukhari, Muslim, dan Kutubussittah, Alqur?an dengan
Tafsir Baghawi, Jalalain dan Ilmu Musthalah, Nahwu dll, dalam sebuah CD atau
disket, atau sekumpulan kitab.
Bila mereka melarang dan membid'ahkannya maka tanya dan buktikan dalilnya yang melarangnya.....?.
Bilang pada yang mengharamkan atau melarang atau bilang Tahlil sesat , Katakan padanya munculkan satu dalil yg mengharamkan acara Tahlil,
(acara
berkumpulnya muslimin untuk mendoakan yg wafat)
tidak ada di Al Qur'an, tidak ada pula
di Hadits, tidak pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib,
hanya mereka saja yg mengada ngada dari kesempitan pemahamannya.
Dan sebagaimana kita telah mengetahui bahwa boleh saja mengirim amal berupa ayat Alqur'an ataudzikir dan lainnya, namun kita memahami dari beberapa hadits shahih bahwa Alfatihah adalah surat yg paling mulia dalam Al Qur'an, digelari pula dg Ummul Kitaab, dan digelari pula dg Ummulqur'an
Dan sebagaimana kita telah mengetahui bahwa boleh saja mengirim amal berupa ayat Alqur'an ataudzikir dan lainnya, namun kita memahami dari beberapa hadits shahih bahwa Alfatihah adalah surat yg paling mulia dalam Al Qur'an, digelari pula dg Ummul Kitaab, dan digelari pula dg Ummulqur'an
(Rujuk Shahih
bukhari, dan Tafsir Baghawi bab surat Fatihah)
juga tersebut pula dalam riwayat
Muhadditsin lainnya,
maka sebagian salafuna lebih senang menghadiahkan
Fatihah,
karena pendek dan mudah bagi orang awam,
namun Dahsyat kemuliaannya.