Hukum Belajar Bahasa Arab
Segala puji bagi Allah, Shalawat dan Salam Tercurahlimpahkan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.
Belajar Bahasa Arab merupakan Fardhu Kifayah, karena merupakan jalan untuk bisa memahami AL-QUR’AN dan ASSUNNAH, jika satu orang saja sekampung belajar Bahasa Arab, maka penduduk sekampung tidak akan berdosa.
Ini kalau sekiranya disandarkan kepada penduduk kampung.
Tapi kalau disandarkan kepada tiap individu Muslim, wajiblah belajar Bahasa Arab yang mana dalam amalan-amalan Fardlu seperti bacaan dalam Shalat, tidaklah shah tanpa Bahasa Arab.
Imam Syafi’i berkata
: wajib pada tiap-tiap Muslim untuk belajar Bahasa Arab kalau ingin sampai kepada kesungguhannya dalam melaksanakan kefardhuannya. Jika bukan karena mengamalkan Fardhu, maka belajar Bahasa Arab hukumnya sunnah, selain yang ingin mengetahui seluk beluk Syari’at Islam, karena wajib bagi para Alim Syari’at belajar Bahasa Arab untuk memahami tentang Syari’at Qur’ani atau Syari’at Haditsi.
Allah berfirman :
[12:2] Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.
[26:195] dengan bahasa Arab yang jelas.
[16:103. Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam[212], sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.
[
212 ]. Bahasa ‘Ajam ialah bahasa selain bahasa Arab dan dapat juga berarti bahasa Arab yang tidak baik, karena orang yang dituduh mengajar Muhammad itu bukan orang Arab dan hanya tahu sedikit-sedikit bahasa Arab.
Dan masih banyak dalil ayat-ayat yang lain, bahwa AL-QUR’AN Berbahasa Arab dengan lisan Arab, bukan Berbahasa Ajam (selain Bahasa Arab) juga bukan dari lisan Ajam. maka jika ingin memahami al-Qur’an, fahamilah secara lisan Arab. AL-QUR’AN tidak akan bisa difahami tanpa pengetahuan secara lisan Arab.
Para Masyayikh berkata: Tidak boleh tidak, dalam menafsirkan Qur’an dan Hadits, harus mengetahui apa yg menjadi dalil atas apa yg dimaksud dan yg dikehendaki Allah dan Rosulnya dari lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat, dan bagaiman cara memahami Firmannya. maka kita dituntut untuk mengetahui Bahsa Arab untuk menjelaskan pengertian dari maksud Firman Allah dan Sabda RasulNya. Begitu juga kita diharuskan mengetahui dalil-dalil secara Lafzhiy atas Ma’aniy. Karena banyak yang salah langkah dalam beragama, dikarenakan kurang fahamnya pada masalah ini. Sehingga mereka membawa-bawa Firman Allah dan Sabda Rasulullah sebagai dalil atas apa yang difatwakannya. Padahal yg dimaskud tidaklah demikian.
Nah jika ingin Belajar Ilmu Nahwu Shorof Tata Bahasa Arab silahkan Kunjungi situs dibawah ini :
Belajar Bahasa Arab
- Definisi LAW Huruf Syarat » Alfiyah Bait 709
- Fi’il Mudhari’ Majzum oleh Amil Jawazim: LAA Nahi, LAM Amar, Huruf Syarat (IN, IDZMA), Isim Syarat (MAN, MA, MAHMA, AYYUN, MATA, AYYANA, AINA, HAITSUMA, ANNAA) لا لام إن من ما مهما أي متى أيان أين إذما حيثما أنى » Alfiyah Bait 696-697
- Fi’il Mudhari’ Manshub sebab Amil Nawashib LAN, KAY, AN (لن كي أن) » Alfiyah bait 677-678
- Pengertian Isim Ghair Munsharif, Mutamakkin Ghair Amkan » Alfiyah bait 649
- I’rab Fi’il Mudhari’ Rofa’ karena kosong dari Amil Nashob dan Amil Jazm » Alfiyah Bait 676
- Pengertian Dua Nun Taukid dan Penggunaan-nya » Alfiyah Bait 635-636-637-638
- Pengertian Isim Fi’il Amar, Isim Fi’il Madhi, Isim Fi’il Mudhari’ » Alfiyah Bait 627-628
- Pengertian Tahdzir » Alfiyah bait 622-623-624
- Pengertian Ikhtishash dalam Kaidah Nahwu » Alfiyah Bait 620-621
- Pengertian Munada Tarkhim dlm Ilmu Nahwu » Alfiyah Bait 608-609-610-611
- Pengertian Nubdah dan hukum Munada Mandub » Alfiyah Bait 601-602
- Pengertian Istighatsah, Yaa dan Lam Istighotsah, Mustaghats Bih dan Mustaghots Lah » Alfiyah Bait 598-599
- Bentuk Isim khusus Munada » Alfiyah Bait 595-596-597
- Munada Mudhaf pada Ya’ Mutakallim » Alfiyah Bait 582
- Tabi’ Munada Mabni Dhammah » Alfiyah Bait 585-586-587
- Pengertian Nida’, Munada dan Mandub » Alfiyah Bait 573-574
- Definisi Badal : Tabi’ maksud hukum tanpa perantara » Alfiyah Bait 565
- Definisi Athaf Nasaq » Alfiyah Bait 540-541-542
- Definisi Athaf Bayan, Idhah, Takhshish, Jamid tanpa Takwil » Alfiyah Bait 534-535
- Pengertian Taukid Ma’nawi dan syarat-syaratnya » Alfiyah Bait 520-521-522-523
- Pengertian Tabi’ Na’at Man’ut dan Faidahnya » Alfiyah Bait 506-507
- Pengertian Isim Tafdhil dan Syarat-syaratnya » Alfiyah Bait 496-497
- NI’MA dan BI’SA pengertian dan bentuk Fa’ilnya » Alfiyah Bait 485-486-487
- Pengertian Ta’ajjub dan tanda i’rabnya » Alfiyah Bait 474-475
- Pengertian Sifat Musyabbahah, Sifat yang diserupakan Isim Fa’il » Alfiyah Bait 467
- Isim Fa’il, Isim Maf’ul dan Sifat Musyabbahah » Alfiyah Bait 457-462
- Bentuk Wazan Mashdar » Alfiyah Bait 440-447
- Pengamalan Isim Fa’il dan Pengertian Isim Fa’il » Alfiyah Bait 428-429-430
- Pengamalan Mashdar dan Isim Mashdar » Alfiyyah Bait 424-425
- Hukum-hukum Mudhaf pada Ya’ Mutakallim » Alfiyah Bait 420-421-422-423
- Pengertian Idhafah (Idhofah = Sununan Mudhaf dan Mudhof Ilaih) » Alfiyah Bait 385-386-387
- Huruf Jar dalam Bahasa Arab (من إلى حتى خلا حاشا عدا في عن على مذ منذ رب ل كي و ت ك ب لعل متى) » Alfiyah Bait 364-365
- Pengertian Tamyiz » Alfiyah Bait 356-357
- Pengertian Hal » Alfiyah Bait 332
- Pengertian Istitsna’ Mustatsna » Alfiyah Bait 316-317
- Pengertian Zhorof Maf’ul Fih » Alfiyah Bait 303
- Pengertian Maf’ul Lah/Maf’ul Li Ajlih » Alfiyah Bait 298-299-300
- Pengertian Maf’ul Muthlaq dan Mashdar » Alfiyah Bait 286-287
- Pengertian Tanazu’ dan Syarat-syaratnya » Alfiyah Bait 278-279
- Fi’il Muta’addi dan Fi’il Lazim Definisi dan Tanda-tandanya » Alfiyah Bait 267-268
- Pengertian Istighol » Alfiyah Bait 255
- Pengertian Fa’il » Alfiyah Bait 225
- Pengertian Naibul Fa’il » Alfiyah Bait 242
- Penggunaan Dhamir Antara Muttashil Dan Munfashil » Alfiyah Bait 64 dan 65
- Penggunaan Bentuk Dhamir » Alfiyah Bait 63
- Dhamir Munfashil Manshub » Alfiyah Bait 62
- Dhamir Munfasil Marfu’ » Alfiyah Bait 61
- Isim Dhamir Mustatir wajib dan jaiz » Alfiyah Bait 60
- Bentuk Dhamir Muttashil di dalam mahal i’rabnya » Alfiyah Bait 57-58-59
- Pengertian Dhamir Muttashil, Alfiyah Bait 55-56
- Pengertian Isim Dhamir » Alfiyah Bait 54
- Pengertian Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah » Alfiyah Bait 52-53
- Tanda I’rab Kalimah Fi’il Mu’tal » Kitab Alfiyah Bait 49-50-51
- Isim Maqshur dan Isim Manqush: definisi dan tanda I’rabnya » Alfiyah Bait 46-47-48
- I’rab Af’alul Khamsah/kata kerja yang lima » Keterangan Alfiyah Bait 43-44
- Isim tidak munsharif/ghair munawwan, jar dengan fathah syarat tidak mudhaf atau tanpa AL » Alfiyah Bait 43
- Mulhaq Jama’ Muannats Salim أُوْلاَتُ dan أَذْرِعَاتٍ » Penjabaran Alfiyah Bait 42
- Definisi Jama’ Muannats Salim dan I’rabnya » Kajian Alfiyah Bait 41
- Syawahid Syair harakat Nun Jamak Mudzakkar Salim dan Mutsanna » Penjelasan Alfiyah Bait 39-40
- Definisi&I’rab Isim Mulhaq Jama’ Mudzakkar Salim » Pembahasan kitab alfiya bait 36-37-38
- Bentuk jamak & tanda i’rab Jama’ Mudzakkar Salim: isim jamid, isim sifat, wau rafa’, ya’ nashab/jar » Alfiyah Bait 35
- Pengertian Tanda I’rob Isim Mutsanna/Tatsniyah dan Mulhaq-nya » Alfiyah Bait 32-33-34
- 4 Syarat I’rob Asma al-Sittah: Mudhaf, tidak Mudhaf pd Ya’ Mutakallim, Mukabbar dan Mufrad » Alfiah Bait 31
- Aksen Bahasa Arab Untuk Lafazh اب، أخ، حم dan هن menghasilkan I’rob Itmam, Naqsh dan Qashr » Alfiyah Bait 29-30
- Syarat Dzu (ذو) & Famun (فم) yang tergolong pada Asmaus-Sittah » Alfiyah Bait 28
- Tanda I’rab Pengganti: Rafa’ dg Wau, Nashab dg Alif, Jar dg Ya’. Berlaku pada Asmaus-Sittah
- 4 Tanda Asal I’rab: Dhammah, Fathah, Kasrah dan Sukun » Alfiyah Bait 25-26
- Macam-macam I’rab/I’rob dalam Tata Bahasa Arab » Alfiyah Bait 23-24
- Pelajaran Nahwu dari Kitab Alfiyah Bait ke 21-22 » Bentuk Mabni
- Fi’il Mu’rab dan Fi’il Mabni » Alfiyah Bait 19-20
- Definisi Isim Mu’rob – Alfiyah Bait 18
- Faktor Mabninya Kalimat Isim: Wadh’i, Ma’nawi, Niyabah, Iftiqoriy.
- Alfiyah Bait 15. Isim Mu’rob dan Isim Mabni
- Bait 12-13-14. Pembagian Kalimah Huruf dan Kalimah Fi’il serta ciri-cirinya.
- Bait 11. Tanda Kalimat Fi’il: Ta’ Fail, Ta’ Ta’nits Sukun, Ya’ Fail, Nun Taukid.
- Terjemah Indonesia Kitab Matan Alfiyah Ibnu Malik
- Bait 10. Tanda Kalimat Isim: Jar, Tanwin, Nida’, Al, Musnad
- Bait 8-9. Pengertian Kalam, Kalim, Qaul dan Kalimat
- Pembagian Fi’il
- Definisi Sharaf