Diakhir zaman ini banyak
orang yang tak lagi mengikuti jejak ulama.
Tak lagi berpegang teguh
kepada mereka dan tak lagi menjadikan mereka sebagai panutan.
Namun sebaliknya semakin
banyak orang yang menyudutkan, melecehkan, menjatuhkan harga diri dan nama baik
mereka.
Disaat mereka member fatwa
maka fatwanya dianggap angin lalu.
Saat mereka member nasehat,
nasehatnya banyak tak didengar.
Manusia saat ini lebih
banyak mendengarkan nasehat artis ketimbang ulama, lebih mencintai dan menyuaki
artis ketimbang ulama.
Bagi mereka yang lebih
cenderung kepada keinginan hawa nafsunya maka akan lebih menyukai nasehat artis
ketimbang ulama.
Karena artis memberikan
hiburan, sedang ulama memberikan nasehat dan
pelajaran.
Seringkali orang tak sabar
saat menerima pelajaran walaupun hanya satu jam, tapi saat mendengarkan artis
tiga sampai lima
jam pun tak terasa baginya. Begitulah cara syeitan menghiasi kebathilan menjadi
sesuatu yang Nampak indah , dan mengiasi kebenaran menjadi sesuatu yang tidak
menarik dan membosankan.
Namun tentu Allah memberikan
kebaikan dan hidayahnya hanya kepada siapa yang benar-benar dikehendakinya
menjadi baik.
Alangkah beruntungnya mereka
yang benar-benar dipilih Allah untuk selalu duduk dan mendengarkan nasehat para
ulama, mengikuti jejak mereka, dan setia bersama mereka.
Orang yang senantiasa
mengikuti jejak para ulama, sama dengan mereka mengikuti jejak para nabi,
karena mereka adalah pewaris para Nabi. Berapa banyak dari kita yang mengikuti fitnah
syetan yang suka menyebarkan aib dan kejelekan para ulama tanpa kita sadari.
Padahal, insyaAllah jika
para ulama berijtihad dan melangkah, maka langkah mereka sudah mereka
perhitungkan berdasarkan akal fikiran mereka yang matang dan insyaAllah tidak
menyelahi Al-Qur’an dan Sunnah.
Dan kalaulah mereka
bersalah, tentu itu bukan urusan kita sebagai orang awam. Ya Allah jadikanlah
kami termasuk orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak langkah para ulama.
Dan jauhkanlah kami dari
mengikuti jejak musuh-musuhmu dan mereka yang lalai dari mengingatmu.
Ya Allah bantulah kami untuk senantiasa bersama mereka dimanapun mereka
berada.
Sesuatu yang sangat dikhawatirkan adalah disaat kita tidak lagi mendengkan
nasehat para ulama, disaat kita menentang perintah mereka, maka kita takut hal
itu terjadi sebagaimana ummat-ummat terdahulu yang banyak dihancurkan oleh
Allah karena tingkah kaum terdahulu yang menentang dan tidak taat kepada
utusan-utusan Allah, para Nabi dan Rasul mereka.
Sekarang, banyak diantara kita yang tak mau dididik dan diberi nasehat oleh
para ulama, yang benar-banar ingin mendidik kita. Karena seringkali nasehat
mereka benar-benar membakar keinginan hawa nafsu kita.
Jika kita tak sanggup mendengarkan nasehat mereka, maka kita lebih
cenderung kepada nafsu ketimbang nasehat mereka.
Begitulah karena memang nafsu Ammarah yang seringkali kita ikuti selalu
mengajak kita kepada keburukan dan kejahatan.
Ya Allah Kami berlindung dari keburukan hawa nafsu kami sendiri, dan
batulah kami untuk senantiasa bersama para ulama dan mengikuti jejak langkah
mereka. Ya Allah kami mohon kepadaMu keberkahan ilmu dan petuntuk para ulama
yang Engkau cintai. Ya Allah sungguh aku
mencintai mereka, karena mereka mencintaiMu.