بسم الله الرحمن الرحيم ….

PENGERTIAN FIRQAH ATAU SEKTE


بسم الله الرحمن الرحيم

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذى نفس محمد بيده لتفترق امتى على ثلاث وسبعين فرقة فواحدة فى الجنة وثنتان وسبعون فى النار قيل: من هم يا رسول اللهقال: اهل السنة والجماعة; رواه الطبرانى 

Artinya:
Telah berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wasallam; Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad sesungguhnya akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah. Yang satu masuk surga dan yang lainnya masuk neraka. Beliau ditanya: siapakah firqah yang masuk surga itu ya Rasulallah….? 
Beliau menjawab: Ahlussunnah wal Jama'ah.
(HR. At-Thabraani).

Sering timbul pertanyaan apakah Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Ikhwanul Muslimin dan organisasi-organisasi seperti itu termasuk kedalam firqah atau sekte……?.

Organisasi-organisasi seperti itu tidak termasuk kedalam firqah atau sekte namun sekedar jama'ah minal muslimin atau kelompok kaum muslim atau disebut organisasi kemasyarakatan yakni mereka yang menerapkan atau mewujudkan atau mengimplementasikan sholat berjama'ah dalam kehidupan bermasyarakat. 

Firqah atau sekte adalah kaum yang mengikuti pemahaman atau pendapat seorang ulama yang pemahaman atau pendapatnya telah keluar (kharaja) dari pemahaman jama'ah muslimin atau
(as-Sawad al a'zham) .
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari XII/37 menukil perkataan Imam Thabari rahimahullah yang menyatakan:
"Berkata kaum (yakni para ulama), bahwa jama'ah muslimin adalah as-sawadul a ' zham " 
Mereka, para pengikut ulama Muhammad bin Abdul Wahhab bisa jadi termasuk sekte atau firqoh khawarij. 
Padahal segala pemahaman yang telah keluar (kharaja) dari pemahaman jama'ah muslimin (as-Sawad al a'zham) atau pemahaman kaum muslim pada umumnya maka termasuk kedalam sekte atau firqah khawarij.
Khawarij adalah bentuk jamak (plural) dari kharij (bentuk isim fail) artinya yang keluar. 
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada mereka yang pemahamannya telah keluar dari pemahaman jama'ah muslimin (as-Sawad al a'zham) sebagai "anak panah yang meluncur dari busurnya"
(HR Muslim 1773). 

Hadits selengkapnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda "akan muncul suatu firqah / sekte / kaum dari umatku yang pandai membaca Al Qur `an. Dimana, bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. 
Demikian pula shalat kalian dari shalat mereka. 
Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. 
Mereka membaca Al Qur `an dan mereka menyangka bahwa Al Qur` an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur `an itu adalah (bencana) atas mereka. 
Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. 
Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya "
(HR Muslim 1773) 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menampilkan mereka dalam sabdanya yang artinya ;

"Mereka adalah seperti kulit kita ini, juga berbicara dengan bahasa kita (bahasa Arab)". 
Saya bertanya 'Lantas apa yang Anda perintahkan kepada kami ketika kami menemukan hari-hari seperti itu.....?
"Nabi menjawab;"
Hendaklah kamu selalu bersama jamaah muslimin dan imam mereka.! "Aku bertanya;"
kalau tidak ada jamaah muslimin dan imam bagaimana…..?
"Nabi menjawab; "
Harus kau jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok) itu, sekalipun kau gigit akar-akar pohon sampai kematian merenggutmu kamu harus tetap seperti itu"
(HR Bukhari 6557, HR Muslim 3434).

Berkata Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari XIII/36 :

"Yakni dari kaum kita, berbahasa seperti kita dan beragama dengan agama kita. Ini mengisyaratkan bahwa mereka adalah bangsa Arab ". Dari Ibnu Sirin dari Abi Mas'ud, bahwa beliau mewasiatkan kepada orang yang bertanya kepadanya ketika 'Utsman dibunuh, untuk berpegang teguh pada Jama'ah, karena Allah tidak akan mengumpulkan umat Muhammad shalallahu' alaihi wa sallam dalam kesesatan. 
Dan dalam hadits disebutkan bahwa ketika manusia tidak memiliki imam, dan manusia berpecah belah menjadi kelompok-kelompok maka janganlah mengikuti salah satu firqah / sekte. 
Hindarilah semua firqah / sekte itu jika kalian mampu untuk menghindari terjatuh ke dalam keburukan ". 

Rasulullah bersabda :

"Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. 
Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-Sawad al a'zham ,
(jama'ah muslimin atau pemahaman jumhur ulama).

"(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika'i, Abu Nu 'aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih) .

Jama'ah Muslimin atau as-Sawad al a'zham adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah Ahlussunnah wal Jama'ah adalah

 اهل ملة النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء الراشدين واصحابه 

Orang-orang yang menerima risalah Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan baik dan benar secara kaaffah meliputi aqidah (iman), ibadah (Islam / syariat) dan akhlaq (Ihsan / tasawuf) Laki-laki itu bertanya,;

 'Wahai Rasulullah, apakah Islam itu...? 

'Beliau menjawab,'

Islam adalah kamu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, membayar zakat, dan berpuasa Ramadlan.

 ' Dia berkata, 'Kamu benar.' Lalu dia bertanya lagi,
 'Wahai Rasulullah, apakah iman itu...? '
Beliau menjawab,'
Kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, beriman kepada kejadian pertemuan dengan-Nya, beriman kepada para Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari kebangkitan dan beriman kepada takdir semuanya '. 
Dia berkata, 'Kamu benar'. Lalu dia bertanya lagi, '
Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? '
Beliau menjawab,'
Kamu takut (khasyyah) kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya (bermakrifat), maka jika kamu tidak melihat-Nya (bermakrifat) maka sesungguhnya Dia melihatmu. 
(HR Muslim 11)

Ahussunnah wal Jama'ah adalah orang-orang yang menerima risalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apa adanya tidak menambah atau menguranginya. ;

Tidak mengada-ada dalam urusan agama atau tidak mengada-ada dalam hal syariat atau tidak mengada-ada dalam urusan yang merupakan hak Allah ta'ala mengatur yakni tidak melarang sesuatu yang tidak dilarang, tidak mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan, tidak mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkannya dan tidak melakukan sunnah sayyiah yakni mencontohkan atau meneladankan sesuatu di luar hal syariat yang bertentangan dengan Al Qur'an dan Hadits. 

Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya, :

"Katakanlah! Tuhanku hanya mengharamkan hal-hal yang tidak baik yang timbul darinya dan apa yang tersembunyi dan dosa dan durhaka yang tidak benar dan kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan padanya dan kamu mengatakan atas (nama) Allah dengan sesuatu yang kamu tidak mengetahui. "
(QS al-A'raf: 32-33) .

Dalam hadits Qudsi, Rasulullah bersabda:
"Aku ciptakan hamba-hambaKu ini dengan sikap yang lurus, tetapi kemudian datanglah setan kepada mereka. 
Setan ini kemudian membelokkan mereka dari agamanya,
dan mengharamkan atas mereka sesuatu yang Aku halalkan kepada mereka, dan mempengaruhi agar mereka mau menyekutukan Aku dengan sesuatu yang Aku tidak turunkan keterangan padanya. "(Riwayat Muslim).

 Allah Azza wa Jalla berfirman,:
"Mereka menjadikan para rahib dan pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah ". 
(QS at-Taubah [9]: 31).

Ketika Nabi ditanya terkait dengan ayat ini, :

"apakah mereka menyembah para rahib dan pendeta sehingga dikatakan menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah.......? " Nabi menjawab, "tidak", "Mereka tidak menyembah para rahib dan pendeta itu, tetapi jika para rahib dan pendeta itu menghalalkan sesuatu untuk mereka, mereka menganggapnya halal, dan jika para rahib dan pendeta itu mengharamkan bagi mereka sesuatu, mereka mengharamkannya " .
Di riwayat yang lain disebutkan, Rasulullah bersabda :
"mereka (para rahib dan pendeta) itu telah menetapkan haram terhadap sesuatu yang halal, dan menghalalkan sesuatu yang haram, kemudian mereka mengikutinya.Yang demikian itulah penyembahannya kepada mereka.
"(Riwayat Tarmizi) .

Jika seorang ulama gemar memperturutkan hawa nafsunya seperti olok-olok, mencela, menghujat, merendahkan, meremehkan muslim lainnya atau masih gemar serampangan memggunakan kata-kata kadzdzab, ahlul bid'ah, penyembah thaghut , sesat, kafir atau gemar menjuluki muslim lainnya sebagai hizbiyyun, kuburiyyun maka ulama tersebut tidak termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah. 

Mustahil yang haq bercampur dengan yang bathil. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekafiran".
(HR Muslim). 

Firman Allah ta'ala yang artinya :

 "... Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah .."
(QS Shaad [38]: 26).

Katakanlah:

" Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu , sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk "
(QS An'aam [6]: 56) 

Tujuan beragama adalah untuk mencapai muslim yang Berakhlakul Karimah atau Muslin yang ihsan Rasulullah menyampaikan yang maknanya " Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak. "
(HR Ahmad). 

Ulama yang termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah ulama yang meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ulama yang Berakhlakul Karimah yakni sholeh, ihsan, shiddiq, amanah, fathonah, tabligh . 

Firman Allah ta'ala yang artinya,: 

"Sungguh dalam dirimu terdapat akhlak yang mulia". 
(QS Al-Qalam: 4).
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah". 
(QS Al-Ahzab: 21) .

Imam Ali ra berpesan,:
"Allah subhanahu wa ta'ala telah menjadikan akhlak mulia sebagai perantara antara Dia dan hambaNya. 
Oleh karena itu, berpeganglah pada akhlak, yang langsung menghubungkan Anda ke Allah .

" Asy-Syaikh as-Sayyid Yusuf Bakhour al-Hasani menyampaikan bahwa "maksud dari PENGIJAZAHAN sanad itu adalah agar kamu menghafazh bukan sekadar untuk meriwayatkan tetapi juga untuk meneladani orang yang kamu mengambil sanad darinya, dan orang yang kamu ambil sanadnya itu juga meneladani orang yang di atas di mana dia mengambil sanad darinya dan begitulah seterusnya sampai berujung kepada kamu meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 
Dengan demikian, keterjagaan al-Qur'an itu benar-benar sempurna baik secara lafazh, makna dan pengamalan " .

Ulama yang termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah atau ulama yang Berakhlakul Karimah adalah ulama yang tidak keras atau bersikap lemah lembut dan saling mencintai terhadap muslim lainnya sehingga dicintai oleh Allah ta'ala. 

Firman Allah ta'ala yang artinya, :
"Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
"(QS Al Ma'iadah [5]: 54) .

Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. "
(HR Muslim). 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Bila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya). "
(HR Bukhari 5552) (HR Muslim 4685). 

Ciri atau tanda telah termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah muslim yang Berakhlakul Karimah atau muslim yang baik, muslim yang sholeh, muslim yang ihsan yang terbaik adalah muslim yang bermakrifat yakni muslim yang menyaksikannya dengan hati (ain bashiroh). Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah muslim yang telah meraih maqom disisiNya yakni muslim yang telah mendapatkan karunia nikmat dari Allah sehingga berada di jalan yang lurus, berada dalam kebenaran. 

Firman Allah ta'ala :
"... Jika kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat -Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki ... "
(QS An-Nuur: 21) .
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka ) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. "
(QS Shaad [38] :46-47).

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kamu "
(QS Al Hujuraat [49]: 13). 
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka"
(QS Al Fatihah [1] :6-7). 
"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh . Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. "(QS An Nisaa [4]: 69).
Muslim yang terbaik untuk bukan Nabi dalam meraih maqom disisiNya sehingga menjadi kekasih Allah (wali Allah) dengan mencapai shiddiqin, muslim yang mengizinkan dan menyaksikan Allah dengan hatinya (ain bashiroh) atau muslim yang bermakrifat.