ketika dia
sedang bersembahyang duduk, maka aku pun bertanya kepadanya: Ya Rasulullah! Mengapa
aku melihatmu bersembahyang duduk, apakah engkau sakit? jawab beliau: Aku
lapar, wahai Abu Hurairah! Mendengar jawaban beliau itu, aku terus menangis
sedih melihatkan keadaan beliau itu. Beliau merasa kasihan melihat aku
menangis, lalu berkata: Wahai Abu Hurairah! jangan menangis, karena beratnya
penghisaban nanti di hari kiamat tidak akan menimpa orang yang hidupnya lapar
di dunia jika dia menjaga dirinya di kehidupan dunia.
(Kanzul Ummal
4:41)
Muslim dan
Tarmidzi telah meriwayatkan dari An-Nu’man bin Basyir ra. dia berkata: Bukankah
kamu sekarang mewah dari makan dan minum, apa saja yang kamu mau kamu
mendapatkannya? Aku pernah melihat Nabi kamu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hanya mendapat
korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya!
Dalam riwayat Muslim pula dari An-Nu’man bin Basyir ra. katanya, bahwa pada
suatu ketika Umar ra. menyebut apa yang dinikmati manusia sekarang dari dunia!
Maka dia berkata, aku pernah melihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam seharian
menanggung lapar, karena tidak ada makanan, kemudian tidak ada yang didapatinya
pula selain dari korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya.
Ahmad meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata:
Apakah ketika itu ada lampu? Jawab Aisyah: Jika kami ada minyak
ketika itu, tentu kami utamakan untuk dimakan.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:155; Kanzul Ummal 5:155)
Abu Ya’la memberitakan pula dari Abu Hurairah ra. katanya:Ada kalanya sampai berbulan-bulan berlalu,
namun di rumah-rumah
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:155; Kanzul Ummal 5:155)
Abu Ya’la memberitakan pula dari Abu Hurairah ra. katanya:
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
tidak ada satu
hari pun yang berlampu, dan dapurnya pun tidak berasap.
Jika ada minyak dipakainya untuk dijadikan makanan.
Jika ada minyak dipakainya untuk dijadikan makanan.
(At-Targhib
Wat-Tarhib 5:154; Majma’uz Zawatid 10:325)
Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Urwah dari Aisyah ra. dia berkata: Demi Allah, hai anak saudaraku
Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Urwah dari Aisyah ra. dia berkata: Demi Allah, hai anak saudaraku
(Urwah anak
Asma, saudara perempuan Aisyah), kami senantiasa memandang kepada anak bulan,
bulan demi bulan, padahal di rumah-rumah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
tidak pernah
berasap. Berkata Urwah: Wahai bibiku, jadi apalah makanan kamu? Jawab Aisyah:
Korma dan air sajalah, melainkan jika ada tetangga-tetangga Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam
dari kaum
Anshar yang membawakan buat kami makanan. Dan memanglah kadang-kadang mereka
membawakan kami susu, maka kami minum susu itu sebagai makanan.
(At-Targhib
Wat-Tarhib 5:155)
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah ra. katanya: sering kali kita duduk sampai empat puluh hari, sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu atau dapur kami berasap. Maka orang yang mendengar bertanya: Jadi apa makanan kamu untuk hidup? Jawab Aisyah: Korma dan air saja, itu pun jika dapat. (Kanzul Ummal 4:3 )
Tarmidzi memberitakan dari Masruq, katanya: Aku pernah datang menziarahi Aisyah ra. lalu dia minta dibawakan untukku makanan, kemudian dia mengeluh: Aku mengenangkan masa lamaku dahulu. Aku tidak pernah kenyang dan bila aku ingin menangis, aku menangis sepuas-puasnya! Tanya Masruq: Mengapa begitu, wahai Ummul Mukminin?! Aisyah menjawab: Aku teringat keadaan di mana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah ra. katanya: sering kali kita duduk sampai empat puluh hari, sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu atau dapur kami berasap. Maka orang yang mendengar bertanya: Jadi apa makanan kamu untuk hidup? Jawab Aisyah: Korma dan air saja, itu pun jika dapat. (Kanzul Ummal 4:3 )
Tarmidzi memberitakan dari Masruq, katanya: Aku pernah datang menziarahi Aisyah ra. lalu dia minta dibawakan untukku makanan, kemudian dia mengeluh: Aku mengenangkan masa lamaku dahulu. Aku tidak pernah kenyang dan bila aku ingin menangis, aku menangis sepuas-puasnya! Tanya Masruq: Mengapa begitu, wahai Ummul Mukminin?! Aisyah menjawab: Aku teringat keadaan di mana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
telah meninggalkan
dunia ini! Demi Allah, tidak pernah beliau kenyang dari roti, atau daging dua
kali sehari.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:14
Dalam riwayat Ibnu Jarir lagi tersebut: Tidak pernah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:14
Dalam riwayat Ibnu Jarir lagi tersebut: Tidak pernah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
kenyang dari
roti gandum tiga hari berturut-turut sejak beliau datang di Madinah sehingga
beliau meninggal dunia. Di lain lain versi: Tidak pernah kenyang keluarga Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam
dari roti
syair dua hari berturut-turut sehingga beliau wafat. Dalam versi lain lagi:
Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam telah meninggal dunia, dan beliau tidak pernah kenyang dari
korma dan air.
(Kanzul Ummal 4:3)
Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi telah berkata Aisyah ra.: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
(Kanzul Ummal 4:3)
Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi telah berkata Aisyah ra.: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
tidak pernah
kenyang tiga hari berturut-turut, dan sebenarnya jika kita mau kita bisa
kenyang, akan tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang lapar dari
dirinya sendiri. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)
Ibnu Abid-Dunia memberitakan dari Al-Hasan ra. secara mursal, katanya: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Ibnu Abid-Dunia memberitakan dari Al-Hasan ra. secara mursal, katanya: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
selalu
membantu orang dengan tangannya sendiri, beliau menampal bajunya pun dengan
tangannya sendiri, dan tidak pernah makan siang dan malam secara teratur selama
tiga hari berturut-turut, sehingga beliau kembali ke rahmatullah. Bukhari
meriwayatkan dari Anas ra. katanya: Tidak pernah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
makan di atas
piring, tidak pernah memakan roti yang halus hingga beliau meninggal dunia.
Dalam riwayat lain: Tidak pernah melihat daging yang sedang dipanggang
(maksudnya tidak pernah puas makan daging panggang).
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:153)
Tarmidzi memberitakan dari Ibnu Abbas ra. katanya: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sering tidur malam demi malam sedang keluarganya berbalik-balik di atas tempat tidur karena kelaparan, karena tidak makan malam. Dan makanan mereka biasanya dari roti syair yang kasar. Bukhari pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya: Pernah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Tarmidzi memberitakan dari Ibnu Abbas ra. katanya: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sering tidur malam demi malam sedang keluarganya berbalik-balik di atas tempat tidur karena kelaparan, karena tidak makan malam. Dan makanan mereka biasanya dari roti syair yang kasar. Bukhari pula meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya: Pernah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
mendatangi
suatu kaum yang sedang makan daging bakar, mereka mengajak beliau makan sama,
tetapi beliau menolak dan tidak makan. Dan Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam
meninggal
dunia, dan beliau belum pernah kenyang dari roti syair yang kasar keras itu.
(At-Targhib
Wat-Tarhib 5:148 dan 151)
Pernah Fathimah binti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Pernah Fathimah binti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
datang kepada Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam
membawa
sepotong roti syair yang kasar untuk dimakannya. Maka ujar beliau kepada
Fathimah ra: Inilah makanan pertama yang dimakan ayahmu sejak tiga hari yang
lalu! Dalam periwayatan Thabarani ada tambahan ini, yaitu: Maka Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam
pun bertanya
kepada Fathimah: Apa itu yang engkau bawa, wahai Fathimah?! Fathimah menjawab:
Aku membakar roti tadi, dan rasanya tidak termakan roti itu, sehingga aku
bawakan untukmu satu potong darinya agar engkau memakannya dulu! (Majma’uz
Zawa’id 10:312)
Ibnu Majah dan Baihaqi meriwayatkan pula dari Abu Hurairah ra. katanya: Sekali peristiwa ada orang yang membawa makanan panas kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Ibnu Majah dan Baihaqi meriwayatkan pula dari Abu Hurairah ra. katanya: Sekali peristiwa ada orang yang membawa makanan panas kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
maka beliau
pun memakannya. Selesai makan, beliau mengucapkan: Alhamdulillah! Inilah
makanan panas yang pertama memasuki perutku sejak beberapa hari yang lalu.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)
Bukhari meriwayatkan dariSahel bin Sa’ad ra.
dia berkata: Tidak pernah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Bukhari meriwayatkan dari
melihat roti
yang halus dari sejak beliau dibangkitkan menjadi Utusan Allah hingga beliau
meninggal dunia. Ada
orang bertanya: Apakah tidak ada pada zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
ayak yang
dapat mengayak tepung? Jawabnya: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak
pernah melihat ayak tepung dari sejak beliau diutus menjadi Rasul sehingga
beliau wafat. Tanya orang itu lagi: Jadi, bagaimana kamu memakan roti syair
yang tidak diayak terlebih dahulu? Jawabnya: Mula-mula kami menumbuk gandum
itu, kemudian kami meniupnya sehingga keluar kulit-kulitnya, dan yang mana
tinggal itulah yang kami campurkan dengan air, lalu kami mengulinya.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:153)
Tarmidzi memberitakan daripada Abu Talhah ra. katanya: Sekali peristiwa kami datang mengadukan kelaparan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu kami mengangkat kain kami, di mana padanya terikat batu demi batu pada perut kami. Maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Tarmidzi memberitakan daripada Abu Talhah ra. katanya: Sekali peristiwa kami datang mengadukan kelaparan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu kami mengangkat kain kami, di mana padanya terikat batu demi batu pada perut kami. Maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
pun mengangkat
kainnya, lalu kami lihat pada perutnya terikat dua batu demi dua batu.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:156)
Ibnu Abid Dunia memberitakan dari Ibnu Bujair ra. dan dia ini dari para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Ibnu Abid Dunia memberitakan dari Ibnu Bujair ra. dan dia ini dari para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Ibnu Bujair
berkata: Pernah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
merasa terlalu lapar pada suatu hari, lalu beliau
mengambil batu dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau bersabda: Betapa banyak orang yang memilih
makanan yang halus-halus di dunia ini kelak dia akan menjadi lapar dan
telanjang di hari kiamat! Dan betapa banyak lagi orang yang memuliakan dirinya
di sini, kelak dia akan dihinakan di akhirat. Dan betapa banyak orang yang
menghinakan dirinya di sini, kelak dia akan dimuliakan di akhirat.’
Bukhari dan Ibnu Abid Dunia meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata: Bala yang pertama-tama sekali berlaku kepada ummat ini sesudah kepergian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
Bukhari dan Ibnu Abid Dunia meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata: Bala yang pertama-tama sekali berlaku kepada ummat ini sesudah kepergian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
ialah
kekenyangan perut! Sebab apabila sesuatu kaum kenyang perutnya, gemuk badannya,
lalu akan lemahlah hatinya dan akan merajalelalah syahwatnya!
(At-Targhib Wat-Tarhib 3:420).
(At-Targhib Wat-Tarhib 3:420).